Hakikat Perkahwinan

 

ASAS KELUARGA

  Hidup berkeluarga adalah kehendak semulajadi manusia, setiap orang akan berusaha untuk mendapat pasangan hidup yang ideal (sesuai) dengannya bagi menjamin keharmonian hidup berkeluarga. Pembinaan sesebuah keluarga bermula dari perkahwinan. Oleh itu di dalam mencari pasangan hidup keutamaan hendaklah berpandu kepada garis yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana sabdanya :

“Dikahwini perempuan itu kerana empat perkara, kerana hartanya, kerana keturunannya, kerana kecantikannya dan kerana agamanya. Utamakanlah yang berugama nescaya kamu jadi tenteram.”

 

TUJUAN PERKAHWINAN

Perkahwinan mempunyai tujuan dan matlamat yang besar. Ia adalah sunnah Nabi Muhammad SAW. Di dalam Islam perkahwinan adalah ibadat, tidak sama dengan fahaman dan pegangan ugama-ugama lain seperti Kristian, Budha dan lain-lain yang mana para pembesar ugamanya tidak berkahwin kerana mereka percaya berkahwin bukan ibadat. Sedangkan berkahwin mempunyai tujuan yang murni indah diantaranya ialah :

1. Mengikut sunnah Rasulullah SAW.

2. Melahirkan sebuah kehidupan berkeluarga yang rukun dan damai.

3. Mengelakkan dari berlakunya perkara-perkara maksiat seperti zina. Sabda Rasulullah SAW :

Ertinya : Golongan belia sekelian barangsiapa diantara kamu berkuasa (berkemampuan) menyediakan nafkah zahir batin maka hendaklah kamu berkahwin, maka sesungguhnya perkahwinan itu dapat memejamkan mata (mengelak dari melakukan maksiat) dan memelihara kehormatan dan mereka yang tidak berkuasa maka hendaklah ia berpuasa kerana sesungguhnya dengan berpuasa itu adalah menjadi perisai baginya.

4. Menuruti fitrah iaitu untuk melahirkan zuriat keturunan anak Adam sesuai dengan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

5. Menyempurnakan tuntutan kelamin (seks) mengikut hukum Islam.

6. Bagi mengelak dari terkena penyakit-penyakit yang berpunca dari hubungan jenis yang tidak seimbang seperti siflis, aids, dan lain-lain.

 

PERKARA-PERKARA YANG MEMERANJATKAN DI DALAM SUATU PERKAHWINAN

1. Besar kemungkinan pasangan anda akan berubah mengikut masa. Contohnya, daripada seorang yang periang kepada pendiam dan sebagainya.

2. Anda tidak semestinya akan bersetuju dalam semua perkara. Contohnya, dalam pemilihan untuk membeli rumah, kereta,dan lain-lain.

3. Semakin lama berkahwin semakin bahagia.

4. Hubungan seks ada turun naiknya.

5. Perasaan Ego yang berlebihan adalah amat berbahaya. Misalnya, suami pada kebiasaannya sukar untuk meminta maaf daripada isteri apabila berlaku pertengkaran. 

6. Berkahwin tidak bermakna anda tidak akan keseorangan lagi.

7. Berkahwin tidak bermakna anda akan berasa menyintai atau dicintai setiap hari.

8. Anda masih perlu menghangatkan suasana.

9. Perkahwinan adalah sesuatu yang menyeronokkan.

10. Lazimnya salah seorang akan lebih banyak berkorban.

 

JANJI ALLAH BAGI ORANG YANG AKAN MENIKAH

Inilah khabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang soleh, jadilah wanita yang solehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan kahwinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkahwin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia, pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll.

Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. 

Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6]

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7]

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8]

6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)

Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)

Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)

Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tips Menempuh Perkahwinan

 

Bagi anda yang bercita-cita untuk membina rumahtangga bahagia dan mendapatkeberkatan dan keredhaan daripada Allah s. w. t renungkanlah tips berikut : -

 

1) Anda perlu meletakkan tujuan perkahwinan untuk mencari keredhaan Allah. Naluri untuk berteman dan keinginan kepada anak-anak adalah kehendak semulajadi yang telah diletakkan oleh Allah dalam diri setiap manusia yang normal.

 

Surah Al-Furqan ayat 74 :-

 

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikan kami imam bagi orang yang bertaqwa."

 

2) Anda perlu menyedari bahawa perkahwinan anda dengan orang yang dikasihi itu adalah suatu ketetapan dari Allah. Tanpa restu dan izin yang Maha Berkuasa perkahwinan anda tidak mungkin akan terjadi walau bagaimana besar usaha dan penat lelah yang telah anda lakukan kearahnya. Anda juga perlu menerima hakikat bahawa usia perkahwinan anda terletak di tanganNya, dan Allah berhak mengambilnya pada bila-bila masa yang dikehendakiNya. Sebagai seorang yang beriman dengan qoda' dan qadar Allah anda hendaklah sentiasa berdoa agar jodoh anda dengan pasangan berpanjangan sehingga ke akhir hayat.

 

Allah berfirman dalam surah Al-An'am ayat 17 :-

 

"Jika Allah menimpakan satu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka dia maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu."

 

3) Perkahwinan membuahkan hak-hak dan tanggungjawab tertentu yang perlu ditunaikan baik oleh suami atau pun isteri. Diantara tanggungjawab suami ialah melunaskan mas kahwin, memberi nafkah zahir dan bathin, mendidik isteri dan anak- anak serta berlaku baik terhadap mereka. Manakala tanggungjawab isteri pula ialah mentaati suami dalam perkara yang tidak berlawanan dengan syara', memelihara diri dari perkara yang mungkar, menjaga harta suami dan menguruskan rumahtangga.

 

Segala hak dan tanggungjawab ini telah termaktub didalam Al-Qur'an dan sangat bersesuaian dengan tabiat dan fitrah semulajadi manusia. Anda seharusnya melaksanakan segala tanggungjawab ini bukan sekadar untuk menyukakan hati pasangan anda sahaja, sebaliknya kerana mencari keredhaan Allah s. w. t.

 

4) Sebagai seorang mukmin , sama ada lelaki dan perempuan mestilah meletakkan Allah dan Rasul lebih tinggi daripada segalanya.

 

Firman Allah yang bermaksud :-

 

"Katakanlah, jika bapa-bapa, anak-anak,saudara-saudara, isteri-isteri,kaum keluarga kamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khuatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."

 

Oleh itu anda mestilah memahami kedudukan anda di sisi pasangan. Anda bukanlah pihak yang pertama di hatinya. Bagi suami,selepas ketaatan kepada Allah dan RasulNya, ibubapa jatuh tempat kedua kemudian barulah isteri dan keluarga. Sementara bagi isteri, suami adalah tempat kedua selepas Allah dan RasulNya. Kemudian itu barulah ibubapa. Setelah memahami kedudukan yang ditetapkan oleh Allah, anda seharusnya tolong menolong di antara suami isteri dalam meletakkan hak dan kedudukan ini supaya kena pada tempatnya.

 

5) Anda haruslah ingat bahawa pasangan anda adalah manusia biasa yang tidak terkecuali daripada kelemahan dan kesilapan. Anda juga demikian. Oleh itu sekiranya pasangan anda melakukan kesilapan, janganlah terlalu diperhitungkan. Sentiasalah mengamalkan sikap bertolak ansur dan saling maaf memaafi antara suami dan isteri.

 

6) Dalam surah Al-Baqarah ayat 187, Allah menggambarkan hubungan suami isteri sebagai pakaian bagi satu sama lain. Bayangkan bagaimana pentingnya pakaian bagi manusia untuk menghindarkan diri daripada hujan dan panas, begitulah pentingnya anda kepada pasangan anda. Sebagai pakaian anda diperlukan setiap masa oleh pasangan anda untuk menutupi keaibannya dan melindunginya daripada perkara-perkara yang tidak menyenangkan. Oleh itu anda perlulah menjadikan diri anda sebagai pakaian yang terbaik untuknya dan menjauhkan diri daripada menjadi pakaian yang buruk, lusuh dan tidak berguna.

 

7) Sebagai seorang Islam, telah wujud ikatan persaudaraan Islamiah antara anda dan pasangan sebelum perkahwinan. Ijabkabul bukan sahaja menjadikan anda suami atau isteri malah mengerat dan mengemaskan lagi ikatan persaudaraan ini. Oleh itu kasih sayang tidak hanya berfungsi untuk mengikat suami dan isteri tetapi juga sebagai saudara seiman dan seagama.

 

8) Anda perlulah beradab dipertemuan pertama dengan pasangan anda. Suami hendaklah memberi salam kepada isteri apabila memasuki bilik pengantin dan meletakkan tangannya di atas ubun-ubun isteri sambil berdoa dengan

 

maksud:-

 

"Wahai Tuhanku aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan apa yang Engkau fitrahkan dia atasnya. Dan aku berlindung dengan Mu dari kejahatannya dan kejahatan apa yang Engkau fitrahkan dia atasnya."

 

Selepas itu pasangan hendaklah bersembahyang sunat dan berdoa kepada Allah agar diberiNya kebaikan dan dijauhiNya kejahatan.

 

Dan jika hendak bersama dengan pasangan bacalah doa dengan maksud:-

 

"Wahai Tuhanku, jauhkan kami daripada syaitan dan jauhkanlah syaitan daripada anak-anak yang engkau anugerahkan kepada kami. "Pertelingkahan antara suami isteri adalah sesuatu yang biasa terjadi sebagaimana lazim disebutkan 'sedangkan lidah lagi tergigit'. Maka apabila berlaku pergeseran janganlah diperbesarkan. Kalau suami marah seeloknya isteri diam dan kalau isteri marah, giliran suami pula diam. Adalah tidak perlu pasangan yang dimarahi cuba membela diri kerana lazimnya ia tidak membuahkan hasil yang baik. Walaubagaimanapun sesiapa yang marah ini perlulah ingat dan bertanya Kenapa aku marah. Adakah pasangan aku telah melakukan mungkar yang bertentangan dengan syariat Allah. Jika tidak, nasihat yang baik adalah lebih berkesan. Hidup saling memaafkan dan saling mengerti antara satu sama lain

akan menambahserikan rumah tangga.

 

Janganlah takut menghadapi dugaan dan ujian kerana rumahtangga yang diujikan membuatkannya lebih kukuh dan matang jika pasangan bijak mengendalikannya. Sentiasalah berdoa kepada Allah agar mempermudahkan usaha kita dalam melayari kehidupan berumahtangga.